- Back to Home »
- Seni dan Peralatan Membuat Komik
BEDANYA SENI MURNI DAN ILUSTRASI
Ilustrasi biasanya dikategorikan sebagai pekerjaan menggambar atau
melukis berdasarkan pesanan untu diperbanyak di media cetak atau media
visual lainnya,seperti di majalah atau poster. Salah satu ciri ilustrasi
yang paling kentara adalah menceritakan atau menerangkan sesuatu.
Ilustrator menggambar atau melukis untuk mengkomunikasi pesan atau
konsep. Oleh karena itu pesan dari karya ilustrasi haruslah mudah di
mengerti setiap orang yang melihatnya. Ilustrasi juga di buat
berdasarkan pola reproduksi pikiran. Ada pola dan ciri yang berulang
ditiap karya. Inilah yang menjadikan ilustrator dan komikus biasanya
memiliki style sendiri yang sulit berubah. Ilustrasi sendiri digolongkan
sebagai commercial art, berbeda dengan lukisan yang tergolong fine art.
Oleh karena itu ada tuntutan karya ilustrasi harus bisa memenuhi
selera pasar karena karya itu harus terjual ribuan kopi untuk menutupi
biaya produksi. Ada modal besar yang dipertaruhkan di sini. Ben Cabera,
pemenang ASEAN art Award berkata seni komersil biasanya berupa pesanan
utuk membuat objek tertentu. Ada kreativitas, ada tantangan dari objek
yang diberikan dan komunikasi ide tertentu. Ini lebih menekankan
komunikasi.
Fine art atau seni murni biasanya merujuk pada lukisan atau seni
visualyang dibuat secara independen (bukan pesanan) oleh seniman untuk
dijual di galeri dan eksklusif untuk satu pembeli saja. Tak ada tuntutan
agar pesanan karya tersebut jelas dan diminati banyak orang. Seorangpun
cukup (asal mampu membeli tentunya). Yang penting dalam seni murni
adalah ungkapan kepribadian seni yang berasal dari pengalaman sendiri
dan sebagai curahan jiwa seseorang dan juga merfleksikan lingkungan.
Ilustrasi yang baik dibuat dengan pikiran sedangkan lukisan yang baik
dibuat dengan perasaan ddan keberanian. Seseorang merasakan, lalu
sepenuh hati melukiskannya di kanvas dengan kemampuan terbaiknya. Tanpa
sedikitpun konsekuensi intelektualitasnya. Demikianlah kata-kata Jason
Monet, seorang pelukis yang kini tinggal di bali.-(dari berbagai sumber)
Narasumber : www.megindo.net
BEDANYA DESAINER GRAFIS & ILUSTRATOR
Banyak orang awam bingung membedakan desainer grafis, pelukis dan
illustrator. Banyak juga yang menggap desainer grafis pasti jago gambar
atau pelukis jago desain. Padahal dalam kenyataannya semua bidang itu
memiliki spesialis sendiri,seperti dokter penyakit dalam dan dokter
pernafasan.
Dalam bidang seni, yang tergolong dalam visual artist adalah fine Banyak
orang awam bingung membedakan desainer grafis, pelukis dan illustrator.
Banyak juga yang menggap desainer grafis pasti jago gambar atau pelukis
jago desain. Padahal dalam kenyataannya semua bidang itu memiliki
spesialis sendiri,seperti dokter penyakit dalam dan dokter pernafasan.
Dalam bidang seni, yang tergolong dalam visual artist adalah fine artist
(seniman), desainer grafis dan illustrator sementara komikus biasanya
digolongkan sebagai illustrator sekaligus author (penulis). Desain
Grafis dan Ilustrasi tergolong dalam seni komersil dan masuk dalam
bidang industri yang terikat hokum pasar, sementara fine art (seni
murni) sering disebut sebagai gallery art, atau hanya diperuntukan bagi
kolektor yang mana penilaiannya sangat subjektif.
Banyak orang berpendapat setelah masuk jurusan grafis atau seni murni
tak perlu belajar ilustrasi atau komik karena sudah pasti bisa. Padahal
kenyataanya justru bertolak belakang. Di negara yang perkembangan
industri senina maju seperti Eropa, Amerika dan Jepang, ilustrasi adalah
pendalaman dari Desain grafis dan seni murni dan biasanya berdiri
sebagai jurusan tersendiri atau hanya bisa diambil di postgraduate (S2)
setelah mengambil sarjana seni rupa atau desain.
Dilihat dari segi penguasaan skill dan bidang kerjanya saja, Desain grafis dan Ilustrasi jauh berbeda.
Desainer Grafis berkutat dengan layout dan fonts sedangkan ilustrator
berkutat dengan gambar, bahkan seringkali dikatakan seorang ilustrator
harus mampu menyampaikan pesan tanpa kata-kata. Gambar itulah yang
bercerita. Di jurusan desain grafis tidak didalami penguasaan seni lukis
atau drawing dengan mendalam namun lebih ke konsep komunikasi visual.
Illustrator bisa dikatakan adalah perpaduan desainer grafis dan seniman
karena seorang illustrator harus mampu mengkomunikasikan pesan hanya
lewat gambar dan keindahan gambar adalah hal yang esensial sebagai daya
jual. Dan tentunya pesananya adalah pesanan sponsor, bukan seperti
seniman murni. Peran illustrator bisa diibaratkan sebagai model iklan
dan yang jadi model itu adalah karyanya. Peran illustrator dalam
periklanan sangat krusial pada era dimana fotografi belum semaju
sekarang dan sekarang justru mulai meningkat kembali seiring dengan
berkembangnya industri komik dan game yang membutuhkan imajinasi yang
tak terbatas yang sulit dipenuhi dunia fotografi dan digital imaging
sekalipun. Di industri seni luar negeri berkembang pameo, a good
illustrator often a good designer & fine artist, but the reverse may
not be true (illustrator yang bagus seringkali merupakan desainer dan
pelukis yang bagus pula, tapi tidak berlaku sebaliknya).
Sumber : The complete idiots guide to publishing childrens books by
Harold underdown.artist (seniman), desainer grafis dan illustrator
sementara komikus biasanya digolongkan sebagai illustrator sekaligus
author (penulis). Desain Grafis dan Ilustrasi tergolong dalam seni
komersil dan masuk dalam bidang industri yang terikat hokum pasar,
sementara fine art (seni murni) sering disebut sebagai gallery art, atau
hanya diperuntukan bagi kolektor yang mana penilaiannya sangat
subjektif.
Banyak orang berpendapat setelah masuk jurusan grafis atau seni murni
tak perlu belajar ilustrasi atau komik karena sudah pasti bisa. Padahal
kenyataanya justru bertolak belakang. Di negara yang perkembangan
industri senina maju seperti Eropa, Amerika dan Jepang, ilustrasi adalah
pendalaman dari Desain grafis dan seni murni dan biasanya berdiri
sebagai jurusan tersendiri atau hanya bisa diambil di postgraduate (S2)
setelah mengambil sarjana seni rupa atau desain.
Dilihat dari segi penguasaan skill dan bidang kerjanya saja, Desain grafis dan Ilustrasi jauh berbeda.
Desainer Grafis berkutat dengan layout dan fonts sedangkan ilustrator
berkutat dengan gambar, bahkan seringkali dikatakan seorang ilustrator
harus mampu menyampaikan pesan tanpa kata-kata. Gambar itulah yang
bercerita. Di jurusan desain grafis tidak didalami penguasaan seni lukis
atau drawing dengan mendalam namun lebih ke konsep komunikasi visual.
Illustrator bisa dikatakan adalah perpaduan desainer grafis dan seniman
karena seorang illustrator harus mampu mengkomunikasikan pesan hanya
lewat gambar dan keindahan gambar adalah hal yang esensial sebagai daya
jual. Dan tentunya pesananya adalah pesanan sponsor, bukan seperti
seniman murni. Peran illustrator bisa diibaratkan sebagai model iklan
dan yang jadi model itu adalah karyanya. Peran illustrator dalam
periklanan sangat krusial pada era dimana fotografi belum semaju
sekarang dan sekarang justru mulai meningkat kembali seiring dengan
berkembangnya industri komik dan game yang membutuhkan imajinasi yang
tak terbatas yang sulit dipenuhi dunia fotografi dan digital imaging
sekalipun. Di industri seni luar negeri berkembang pameo, a good
illustrator often a good designer & fine artist, but the reverse may
not be true (illustrator yang bagus seringkali merupakan desainer dan
pelukis yang bagus pula, tapi tidak berlaku sebaliknya).
Sumber : The complete idiots guide to publishing childrens books by Harold underdown.
The EQUIPMENT TO draw the COMIC
1.KERTAS NASKAH.
Sebagian dari kalian pasti sudah ada yang tahu kertas naskah untuk
menggambar komik kan.Bagi yang belum tahu saya akan beri tahu.
Inilah kertas naskahnya.............
Kertas naskah komik sangat susah di cari tapi pada umumnya sebagian
banyak orang menggunakan kertas ukuran A4 yang di beri garis
tepi.Mudah-mudahan kertas naskah komik bisa beredar atau di jual di
Indonesia.
2.PENA.
Ada 2 macam pena yang di gunakan untuk menggambar komik yaitu G-pen dan MARU-pen.
gambar di samping adalah G-pen,harga G-pen sangat mahal karena G-pen
adalah pena original dari negara Jepang.Kegunaan G-pen yaitu untuk
menggambar rambut,mata dan lekuk wajah.
dan ini adalah MARU-pen digunakan untuk menggambar latar belakang,harga MARU-pen juga mahal lho karena pena negara Jepang.
3.DRAWING-PEN DAN ROTRING.
Kalau kalian tidak punya G-pen atau MARU-pen kalian boleh gunakan
DRAWING-pen atau ROTRING.Kalau untuk DRAWING-pen pilihlah yang berukuran
0,1 atau 0,2,kalau untuk ROTRING pilih yang berukuran 0,1,ROTRING juga
digunakan untuk menggambar latar belakang.
gambar di bawah ini adalah ROTRING.
kalau ini adalah DRAWING-pen.Kalau untuk DRAWING-pen jangan lupa pilih
yang WATERPROOF atau anti air,selain itu DRAWING-pen harganya lebih
terjangkau.
4.SCREENTONE
Screentone sangat di butuhkan untuk membuat komik.SCREENTONE digunakan
untuk memperbagus latar belakang agar terlihat indah dan
nyata.SCREENTONE modelnya ada 2 macam yaitu:
ini adalah SCREENTONE tempel.....motifnya ada banyak jadi usahakan punya
semuanya,tapi sayang di Indonesia SCREENTONE sulit di cari.
dan ini SCREENTONE yang bentuknya seperti pena.
6.MC-KEE PEN.
MC-KEE pen digunakan untuk menghitamkan latar belakang selain SCREENTONE ini juga dapat memperindah latar belakang.
MC-KEE....
7.TINTA PUTIH DAN TINTA PEN.
Tinta putih kegunaannya banyak seperti:
a.memberi efek pada latar belakang.
b.memberi efek warna putih pada mata karakter.
tinta putih nya yang waterproof ya......
kalau untuk tinta pen pilihlah tinta cina karena mutunya bagus.
8.PENGHAPUS DAN PENSIL MEKANIK.
Pensil digunakan untuk menggambar sketsa kasar komik pilih yang berukuran 0,5 dengan mat pensil 0,01.
ini contoh nya.
Kalau untuk penghapus pilih penghapus yang lunak agar jika di hapus bisa bersih dan tidak membuat kertas sobek.
penghapus lunak.
TERIMA KASIH, INI SAJA INFORMASI YANG DAPAT SAYA BERIKAN,SEMOGA INI BERMANFAAT UNTUK ANDA SEMUA...................